,
Hai, bagaimana harimu?
Hari ini hari yang membuatku bersemangat setelah berjanji pada diri sendiri bahwa aku akan berusaha untuk berlaku, berpikir dan berkata lebih dewasa. Ku awali semua dengan semangat. Kukerjakan apa yang bisa kukerjakan. Handphone ku biarkan di meja dan aku tak seperti biasa melihat hal-hal seru di handphone. Ya, karena aku sibuk bekerja. Aku senang dengan kesibukanku. Tidak terlalu mengambil tenaga, hanya saja perkataan orang lain cepat mempengaruhi moodku. Tapi aku mengganggapnya sebagai tantangan untuk kedewasaan emosiku. Ya, hari ni berjalan dengan baik, pikirku.
Tapi jam 18:30 aku dikejutkan oleh abangku yang mengatakan bapakku sangat kedinginan. Saat itu aku dan kakakku baru kembali dari tempat jualan kakakku. Aku tersontak kaget. Ada apa ini, pikirku. Dan kulihat ayahku sedang di depan api arang dengan laku sangat kedinginan. Beberapa hari/minggu kemarin merupakan masa-masa sibuk. Wajar bila ia sedang tak sakit. Tapi aku tak menyangka separah ini. Ia lemas, kedinginan dan pucat. Bahkan sempat-sempatnya ia berbicara hal-hal yang tak kumengerti tentang pekerjaannya supaya kami pahami bila ia pergi. Aku hanya diam mendengarkan itu semua. Tak ingin ku mengerti apa yang ia katakan. Pikiranku campur aduk. Oh Tuhan... begitu keluhku. Kami 6 bersaudara sangat kaku dalam mengungkapkan apa yang kami rasakan. Aku memilih diam saja dengan berbagai pikiran di otakku. Sedangkan yang lain mengekspresikannya dengan caranya sendiri. Tapi jika kau melihat laku kami, kau akan menganggap kami adalah orang aneh. Ya aneh... Kami terlalu gengsi untuk peduli, walau sebenarnya kami memikirkannya. Huh... tentu saja aneh ini tak seharusnya dipelihara.
Petugas kesehatan sudah dipanggil. Dan setelah datang, mereka langsung menyarankan untuk diinfus dan memberi beberapa obat yang mengurangi sakit tersebut. Terus terang aku belum siap jika bapak pergi. Oh Tuhan... beri mujizat-Mu. Aku berkata demikian.
Dalam pikiranku yang ambyar kenapa bisa begini, aku lemas. Tapi kukan berharap selalu bagi-Mu. Apa yang Kau rencanakan aku tak tahu Tuhan. Yang ku tau adalah, bahwa Kau tau apa yang sedang kami alami dan Kau akan beri kemenangan, kesembuhan atau apa yang terjadi saat ini. Begini bunyi firman-Mu dalam Lukas 1:37,
“Sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.”
Tuhan, jika ada kesalahan, kekurangan kami, ampuni ya Bapa. Ampuni kami, perkenanan-Mu yang kami rindukan. Jangan ambil kemuliaan-Mu ya Bapa dari pada kami anak-anak-Mu. Ajar kami mengerti kehendak-Mu. Di dalam nama-Mu, Yesus yang Ajaib, sumber kesembuhan aminnnn.
Doakan keluarga kami ya, Tuhan memberkati kita.
Ini kisahku. Mana kisahmu bersama-Nya?
