Jumat, 12 Maret 2021

,
Hai, bagaimana harimu? Hari ini hari yang membuatku bersemangat setelah berjanji pada diri sendiri bahwa aku akan berusaha untuk berlaku, berpikir dan berkata lebih dewasa. Ku awali semua dengan semangat. Kukerjakan apa yang bisa kukerjakan. Handphone ku biarkan di meja dan aku tak seperti biasa melihat hal-hal seru di handphone. Ya, karena aku sibuk bekerja. Aku senang dengan kesibukanku. Tidak terlalu mengambil tenaga, hanya saja perkataan orang lain cepat mempengaruhi moodku. Tapi aku mengganggapnya sebagai tantangan untuk kedewasaan emosiku. Ya, hari ni berjalan dengan baik, pikirku. Tapi jam 18:30 aku dikejutkan oleh abangku yang mengatakan bapakku sangat kedinginan. Saat itu aku dan kakakku baru kembali dari tempat jualan kakakku. Aku tersontak kaget. Ada apa ini, pikirku. Dan kulihat ayahku sedang di depan api arang dengan laku sangat kedinginan. Beberapa hari/minggu kemarin merupakan masa-masa sibuk. Wajar bila ia sedang tak sakit. Tapi aku tak menyangka separah ini. Ia lemas, kedinginan dan pucat. Bahkan sempat-sempatnya ia berbicara hal-hal yang tak kumengerti tentang pekerjaannya supaya kami pahami bila ia pergi. Aku hanya diam mendengarkan itu semua. Tak ingin ku mengerti apa yang ia katakan. Pikiranku campur aduk. Oh Tuhan... begitu keluhku. Kami 6 bersaudara sangat kaku dalam mengungkapkan apa yang kami rasakan. Aku memilih diam saja dengan berbagai pikiran di otakku. Sedangkan yang lain mengekspresikannya dengan caranya sendiri. Tapi jika kau melihat laku kami, kau akan menganggap kami adalah orang aneh. Ya aneh... Kami terlalu gengsi untuk peduli, walau sebenarnya kami memikirkannya. Huh... tentu saja aneh ini tak seharusnya dipelihara. Petugas kesehatan sudah dipanggil. Dan setelah datang, mereka langsung menyarankan untuk diinfus dan memberi beberapa obat yang mengurangi sakit tersebut. Terus terang aku belum siap jika bapak pergi. Oh Tuhan... beri mujizat-Mu. Aku berkata demikian. Dalam pikiranku yang ambyar kenapa bisa begini, aku lemas. Tapi kukan berharap selalu bagi-Mu. Apa yang Kau rencanakan aku tak tahu Tuhan. Yang ku tau adalah, bahwa Kau tau apa yang sedang kami alami dan Kau akan beri kemenangan, kesembuhan atau apa yang terjadi saat ini. Begini bunyi firman-Mu dalam Lukas 1:37, “Sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.” Tuhan, jika ada kesalahan, kekurangan kami, ampuni ya Bapa. Ampuni kami, perkenanan-Mu yang kami rindukan. Jangan ambil kemuliaan-Mu ya Bapa dari pada kami anak-anak-Mu. Ajar kami mengerti kehendak-Mu. Di dalam nama-Mu, Yesus yang Ajaib, sumber kesembuhan aminnnn. Doakan keluarga kami ya, Tuhan memberkati kita. Ini kisahku. Mana kisahmu bersama-Nya?

Rabu, 10 Maret 2021

,
Hai, ini tentangku. Telah ku mulai dari dulu untuk menulis berbagai kisah yang terjadi di setiap waktu. Hanya saja kadang aku menulisnya di kertas yang akhirnya lapuk. Jadi, aku berjanji untuk menulis luar biasanya Tuhan bekerja dalam hidupku. Mungkin kau akan berpikir biasa saja, tetapi entahlah... ada rasa syukur bagiku setiap membaca buku harian yang pernah ku tulis. Jadi, aku akan menulis apa yang kurasakan, kupikirkan dan kulakukan. Jam 23:28 aku sudah mulai menulis ini. Ya, sebelum wisuda aku sudah berjanji akan menulis kisahku bersama-Nya. Rabu, 10 Maret 2021 aku wisuda. Tentu aku sangat bersyukur. Tetapi mungkin orang lain berkata aku tidak bersyukur. Soalnya aku tak bersalon, berbaju cantik, bermake-up seperti mereka. Aku salut dengan diriku yang berani tampil beda ngomong-ngomong. Oke kembali ke kisah. Pagi tadi jam 5 aku bernyanyi dan berdoa. Aku menyadari bahwa Dia adalah kekuatanku. Begini lirik lagunya, Engkaulah kekuatanku, tempat perlindunganku Saat badai menerpa aku tak akan goyah, Aku takkan goyah, s’bab Kau sertaku Sejauh langit dari bumi, begitu besarnya kasih-Mu Penuhi hati kami yang rindu Menyembah-Mu Yesus, Sejauh langit dari bumi, begitu besar-Nya kasih-Mu Kaulah Tuhan kekuatanku, sukacitaku Lagu ini mengingatkanku akan kasih-Nya yang sungguh besar. Aku bangga memiliki-Nya, Ia sumber kekuatanku, Ia sumber perlindunganku, Ia adalah tempat pengaduanku. Terimakasih Tuhan, untuk segalanya. Wisuda ini sangat ku syukuri. Tentu saja ku tak mampu menyelesaikannya tanpa Tuhan yang ada bersamaku. Apalagi banyak tantangan yang bergejolak di seluruh anggota tubuhku untuk menyelesaikan ini. Baik dari kepala sampai kaki, semua seakan tak bersatu untuk mencapai gelar ini. Ya, saat itu aku andalkan kekuatan sendiri. Terus terang hubunganku dengan Tuhan sangatlah tak baik. Tetap aku aktif dalam pelayanan, aku berlaku tidak jahat. Tetapi sayangnya seperti tak berTuhan. Aneh memang, iya itu saat aku sangat terpuruk akan beberapa kejadian hidup yang takkan terubah lagi. Jadi, saat itu aku mati rasa dan jauh dari Tuhan. Benar bila aku terlambat untuk wisuda 1 tahun. Kecewa, ya... tapi pada diri sendiri. Dan akhirnya harapanku setelah wisuda ini adalah bahwa aku akan berusaha untuk menjadi lebih dewasa dalam perkataan, tingkah laku dan pemikiranku. Aku berdoa agar hikmat dari Tuhan membuatku bijaksana dalam menjalani setiap hari yang Tuhan beri. Ya, setiap hari adalah anugerah. Dan aku akan mensyukurinya, menjalaninya dengan sukacita dan menjadi terang dalam dunia yang gelap. Kau tau, bahwa aku sangat susah untuk menguasai diriku. Misalnya bersekutu dengan Tuhan, aku lebih sering tidak serius dan menganggap enteng. Hadehh... tentu saja hal itu salah. Apalagi kemalasan yang ku nomor satukan dalam hidupku. Perjuanganku menjadi lebih dewasa yang sungguh sepertinya akan dimulai saat ini. Jadi, semangat bagimu yang juga dalam menjalani hidup. Tuhan memberkatimu sekalian. Mari kita berjuang untuk lebih baik dari masa ke masa, dan menjadi seperti Yesus pada akhirnya. Selamat malam menjelang pagi, kuucapkan. Ini kisahku bersama-Nya. Bagaimana kisahmu?

Senin, 09 November 2020

,

 


,

 


DOA

 

            Setiap orang yang beragama pasti berdoa. Doa memegang peranan penting untuk kelangsungan dan perjalanan hidup manusia, untuk itu hampir disetiap perjalanan hidup manusia beragama, ia akan berdoa untuk melakukan segala sesuatu agar ia memperoleh selamat dan sejahtera.

Menurut KBBI,

Doa                 : permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan;

Berdoa            : mengucapkan (memanjatkan) doa kepada Tuhan.

Berarti doa adalah suatu permohonan yang ditujukan kepada Allah yang didalamnya ada harapan,permintaan dan pujian.

            Menurut J.G.S.S Thomson dalam artikelnya di ensiklopedia aklkitab masa kini jilid I, menuliskan bahwa doa merupaklan kebaktian yang mencakup segala sikap roh manusia dalam pendekatannya kepada Allah. Orang Kristen berbakti kepada Allah jika ia memuja, mengakui dan memuji dan mengajukan permohonan kepada-Nya dalam doa. Doa sebagai perbuatan tertinggi yang dapat dilakukan oleh roh manusia, dapat juga dipandang sebagai persekutuan dengan Allah, selama penekanannya diberikan kepada prakasa ilahi. Seseorang berdoa karena Allah telah menyentuh rohnya.

            Dari keterangan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa doa adalah suatu relasi antara manusia dengan Allah yang didalamnya manusia roh manusia berkomunikasi, memohon, meminta, memuji dan mengakui keberadaan Allah yang transendental.

 

Perintah Untuk berdoa

Titah ketiga dalam hukum taurat dikatakan, Jangan menyebut nama Tuhan Allah dengan seenaknya karena Allah akan menghukum orang yang menyalahgunakan nama-Nya”. Martin Luther menjelaskan maksud sebagai berikut:

            Kita harus takut serta kasih kepada Allah,sebab itu jangan mengutuki, mengumpat,            memakai guna-guna, berbohong, menipu dengan memakai nama Allah; sebab hanya           dalam penderitaan, kesusahan, dan di dalam doa serta pujianlah kita layak menyebut          nama Tuhan Allah.

Nama Tuhan Allah digunakan menurut Luther, apabila orang Kristen mengajar dengan benar, berseru kepada-Nya dalam kesukaran, memuji dan berterima kasih kepada-Nya pada waktu senang dan sebagainya. Menggunakan nama Tuhan Allah adalah demi mendukung kebenaran dan ketaatan kepada diri-Nya. Dengan demikian nama-Nya dikuduskan dan dihormati.

            Penghormatan kepada nama Allah terlaksana dengan berseru dan berdoa kepada-Nya. Untuk itu berdoa hendaknya menjadi kebiasaan yang baik. Doa dilaksanakan dalam setiap kehidupan umat (menyerahkan diri, tubuh dan jiwa, istri dan anak-anak, segala yang dimiliki, pekerjaan, rencana dan kegiatan dll). Karena itu berdoa perlu diajarkan kepada seluruh orang Kristen agar firman Allah digenapi dan nama Tuhan Allah dihormati.

 

Cara berdoa

Unsur-unsur doa yang perlu dipahami adalah sebagai berikut:

1. Doa diisi dengan pujian kepada Allah-Mazmur 95:6

2. Di dalam doa ada pengakuan dosa- Mazmur 32:5

3. Pengucapan syukur kepada Allah atas segala berekat dan pertolongan-Nya - Filipi 4:6

4. Permintaan permohonan- 1 Timotius 2:1

Doa orang Kristen atau gereja ditujukan kepada Allah Bapa, Putra dan Roh kudus, tidak kepada berhala, orang-orang kudus atau segala sesuatu yang diciptakan Allah.

 

Bagaimana Hendaknya Gereja Kristen Berdoa?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan gereja Kristen dalam berdoa:

1. Berdoa hendaknya dilakukan didalam nama Yesus Kristus dengan iman akan Dia      sebagai juruselamat

2. Dengan penuh iman yang teguh kepada Yesus

3. Harus berdoa dengan tidak putus-putusnya

5. Dengan kerendahan hati dan pertobatan

6. Tidak bertele-tele

7. Mengampuni orang lain

8. Tinggal tetap dalam Tuhan Yesus

 

Tujuan Berdoa

            Orang kristen berdoa supaya:

·           mereka menggerakkan diri mereka sendiri untuk mencari Dia.

·           mereka bisa mempraktekkan iman pada janji-janjiNya.

·           mereka bisa menenangkan kekuatiran mereka dengan mencurahkannya kepada       Tuhan.

·           mereka bisa menyatakan bahwa hanya dari Dia saja mereka mengharapkan hal-hal yang baik, baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain.

 

Jawaban doa adalah hak prerogatif (istimewa) Allah sendiri. Hendaknya orang Kristen juga dapat berdoa secara teratur dan sesering mungkin.

 

Penutup

Berdoa merupakan suatu komunikasi antara diri orang percaya (si pendoa) kepada Allahnya. Tetapi dengan lebih dalam, doa merupakan hak istimewa untuk berbicara, bertegur sapa dan memohon kepada yang Mahakuasa. Orang Kristen harus mempelajari perihal doa secara sungguh-sungguh. Dengan kesungguhan mempelajari doa maka diharapkan orang Kristen dapat berkomunikasi dan berelasi dengan Allah dengan benar. Melalui doa yang benar ini berkat Allah mengalir dan orang Kristen mengalami kuasa doa yang ajaib serta kemenangan terhadap segala masalah yang sedang dihadapi.

,



 

Bahasa Indonesia

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

 

Bahasa Simalungun

Ai sonon do parholong in atei ni Naibata bani dunia on, pala do anakni sisada-sada ai iberehon ase ulang magou sagala na porsaya Bani, tapi ase dapotan hagoluhan sadokah ni dokahni.

 

Bahasa Angkola

Angke songon i ma holong ni roha ni Debata di portibi on jabat dilehen Ia AnakNia na sasada i anso sude halak na porsaya tuSia nada mago, tapi maruli di ngolu na manongtong.

 

Bahasa Pakpak - Dairi

Ai bagèen ngo ngkelleng atè Dèbata midah dunia èn, Iberrèken ngo AnakNa Sada-sada i, asa ulang mago gennep sipercaya bai Anak idi, tapi asa kenggelluhen siamman sumendah bana.

 

Bahasa Nias

Si manõ wa'omasi Lowalangi nõsi gulidanõ andre, irege Ifatenge nono-Nia si ha sambua, ena'õ lõ tekiko dozi samati khõ-Nia, lasõndra wa'auri sindruhu ba si lõ aetu.

 

Bahasa Inggris

For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.

 

Ayat ini mengungkapkan isi hati dan tujuan Allah.

1) Kasih Allah cukup luas untuk menjangkau semua orang, yaitu "dunia ini" (1Tim 2:4).

2) Allah "mengaruniakan" Anak-Nya sebagai korban penghapus dosa di atas kayu salib. Pendamaian mengalir dari hati Allah sendiri yang penuh kasih. Korban Kristus bukan sesuatu tindakan yang terpaksa dilakukan oleh Allah (Rom 8:321Yoh 4:10).

3) Percaya (Yun. _pisteuo_) mengandung tiga unsur utama:

(a) keyakinan yang kokoh bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan satu-satunya Juruselamat umat manusia yang hilang;

(b) persekutuan yang menyangkal diri dan ketaatan kepada Kristus ( Yoh 15:1-10)

 

 

4) "Binasa" tidak menunjuk kepada kematian jasmani, tetapi kepada hukuman kekal yang begitu mengerikan

5) "Hidup kekal" adalah karunia yang dianugerahkan Allah kepada kita pada saat kita dilahirkan kembali. "Kekal" bukan saja mengacu kepada keabadian tetapi juga kepada kualitas kehidupan ini; suatu jenis kehidupan yang ilahi, kehidupan yang membebaskan kita dari kuasa dosa dan Iblis serta meniadakan yang duniawi di dalam diri kita supaya kita dapat mengenal Allah.

 

Ayat ini dapat dibagi empat bagian yaitu

1. Kasih Allah sebagai Sebab

2. Anak-Nya sebagai Pemberian

3. Iman sebagai Syarat

4. Kehidupan, bukan kematian, sebagai Akibat

Hidup kekal bagi manusia berakar dalam karya "Anak Manusia ditinggikan", yang berakar dalam kasih Allah. Orang Yahudi sudah mengerti bahwa Allah mengasihi mereka, tetapi pernyataan ini luar biasa karena mengatakan bahwa dia mengasihi dunia ini. Ini luar biasa bukan karena dunia ini besar, atau majemuk, tetapi karena dunia ini jahat. Yang dikaruniakan demi keselamatan manusia disebut Anak-Nya yang Tunggal, julukan yang menekankan nilai yang amat tinggi. Akibat yang dihasilkan bukanlah kebinasaan, melainkan hidup yang kekal. Yohanes tidak menerima adanya alternatif yang ketiga, dia hanya menerima adanya dua ini, yaitu kebinasaan dan hidup yang kekal.


Kamis, 18 Juli 2019

,

Nama Anggota Kelompok 7
01. Ribka E. Rumahorbo
02. Josua Simanungkalit
Sem/Grup      : VIII/D
Mata Kuliah  : Konseling Kristen
D. Pengampu : Dr. Wilson Simanjuntak, M

“PERANAN KONSELOR MENOLONG KONSELI”

BAB I
PENDAHULUAN

Rogers mengartikan konseling sebagai hubungan membantu di mana salah satu pihak (konselor) bertujuan meningkatkan kemampuan  dan  fungsi  mental  pihak  lain  (klien),  agar  dapat  menghadapi persoalan / konflik yang dihadapi dengan lebih baik (Namora, 2011 : 2).
Dalam menjalani kehidupan, seseorang senantiasa memiliki permasalahan kehidupan, baik pribadi maupun social. Berbagai permasalahan yang dihadapi manusia, baik pada usia anak-anak, remaja, maupun dewasa sangatlah kompleks. Permasalahan  tersebut  tidak  cukup  dibiarkan  begitu  saja,  melainkan membutuhkan pemecahan yang solutif dan bijak.
Contohnya seorang mahasiswa yang belum mendapatkan judul skripsinya, tentu akan memerlukan nasehat dari orang lain. Bagaimana caranya si mahasiswa akan menghadapi itu? Apakah akan menyerah atau pindah kampus? Atau ditidurkan saja skripsinya? Atau masih adakah harapan untuk bangkit? Masih adakah jalan? Bagaimana solusinya? Kemudian seorang mahasiswa diputuskan pacarnya padahal dia sudah cinta mati, kata anak muda. Apa yang akan dia lakukan? Apakah bunuh diri supaya dia tidak sakit hati lagi? Ataukah memperjuangkannya atau mencari yang lain? Si mahasiswa perlu dibimbing dan dikuatkan dan diberi solusi untuk melalui semua itu. 
Rumitnya permasalahan kehidupan di mana biasanya menyangkut masalah psikis membutuhkan jawaban secara baik. Di sini diperlukan nasihat yang baik dan benar dalam menghadapi anak bimbing agar mereka kembali menemukan religious insight, sehingga anak bimbing dapat kembali termotivasi dalam menjalani kehidupan ini (Munir, 2010:161).
Maka kita akan membahas apa sebenarnya peranan konselor untuk menolong konseli. Berikut adalah pembahasannya.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Defenisi

1.      Konselor
Menurut KBBI, konselor adalah 1 anggota (staf) perwakilan di luar negeri, kedudukannya di bawah duta besar dan bertindak sebagai pembantu utama (pemangku) kepala perwakilan; 2 orang yang melayani konseling; penasihat, penyuluh.
Pengertian yang kita pakai pada pembahasan ini adalah pada pengertian nomor dua.

2.      Konseli
Menurut KBBI, konseli adalah orang yang membutuhkan nasihat (arahan).

Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (disebut konselor/pembimbing), berupa nasihat, bimbingan, penguatan ataupun arahan kepada individu yang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien, sehingga dengan itu konseli akan mengalami semangat hidup yang menyala lagi.

B.     3 Kelompok sistem falsafah yang mendasari konseling

Ditinjau dari filsafat konseling, terdapat tiga kelompok sistem falsafah yang mendasari konseling, yakni  esensialisme, progresivisme, dan eksistensialisme.
  1. *  Dalam filsafat esensialitik menerima asumsi bahwa manusia adalah makhluk satu-satunya di dunia ini yang memiliki akal dan karena itu fungsi utama mempergunakan akal adalah untuk mengetahui dunianya dimana ia hidup. Sedangkan kebenaran adalah universal dan absolut dan manusia menemukan kebenaran dengan membedakan antara yang esensial dan yang tidak.
  2. *  Dalam filsafat progresivisme, lebih menekankan kepada perhatian terhadap hal-hal yang  langsung  dan  khusus  yang  dapat  dilihat  sebagai  realitas  dan obyek yang dapat dilihat, yang realistis dan membutuhkan pemecahan persoalan secara langsung.
  3. *    Dalam filsafat eksistensialisme, menekankan kepada kerinduan manusia untuk mencari sesuatu yang penting atau yang bermakna dalam dirinya. Sesuatu yang paling bermakna di dalam diri seseorang adalah eksistensi dirinya. Perhatian yang lebih besar terhadap pribadi, terhadap manusia daripada terhadap sistem yang formal. Konseling dari sudut filsafat eksistensialistik ialah keterlibatan konselor untuk mengalami bersama apa yang dialami klien, suatu respon empatik (empathic response)  yandiperlihatkan  konselor,  dalam usaha  merekonstruksi struktur pribadi yang bermakna pada konseli.


C.    Peranan Teori Konseling dalam Praktek Konseling

Dalam prakteknya, konseling adalah suatu layanan bantuan, sehingga dalam menjalankan fungsi dan peranannya seorang konselor harus berusaha untuk mengkonseptualisasikan proses konseling yang dilakukannya berdasar atas teori-teori yang telah dikembangkan, sehingga dapat lebih dipahami dan diimplementasikan secara tepat. Bagi konselor yang sudah berpengalaman, teori-teori yang ada dapat digunakan untuk lebih memahami tentang perilaku manusia berdasar atas peristiwa, gejala, fenomena yang terjadi dalam proses konseling. Sedangkan bagi konselor pemula atau yang masih mengikuti program pendidikan, di samping dapat dijadikan media untuk membantu memahami perilaku yang muncul berdasar atas gejala, peristiwa, atau fenomenanya, sekaligus dapat dijadikan penuntun atau pembimbing terhadap apa yang harus dilakukan dalam proses konseling.

Setiap  teori  konseling  diyakini  dapat  memberikan  sumbangan yang berharga bagi khasanah manusia dalam pemahaman konseling sebagai ilmu sekaligus dapat dimanfaatkan dalam praktek konseling. Hal ini tidak ubahnya dengan ilmu kedokteran yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh para dokter dalam menganlisis penyakit, mendiagnose sebab-sebab suatu penyakit, dan akhirnya dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengobatannya secara tepat, termasuk dalam menentukan jenis obat dan dosisnya. Teori juga dapat dianalogkan dengan peta kota yang baik, yang dapat membantu seseorang memahami dimana letak suatu kota atau tempat-tempat tertentu, dan melalui rute mana saja kita bisa mencapainya dengan efisien. Dengan demikian dengan menyandarkan kepada teori, akan memudahkan bagi seorang konselor dalam menentukan arah proses konseling.

Dalam merespon pernyataan klien seorang konselor harus melakukannya berdasar atas dugaan tentang makna yang dikemukakan klien, apakah makna pernyataan tersebut dalam kehidupan klien, apakah sesuai dengan tujuan konseling, apa fungsi konselor, apakah teknik-teknik yang dapat berhasil untuk mengerakkan ke arah tujuannya.

Suatu teori pada hakekatnya dilatarbelakangi oleh berbagai hal, mulai dari latar belakang kehidupan atau paham pribadi, latar belakang sosial, sejarah, dan paham filsafat tertentu yang mungkin tidak sepenuhnya selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya bangsa Indonesia. Oleh karena itu dalam mengimplementasikan teori harus hati-hati serta memperhatikan berbagai aspek secara komprehensif. Secara umum, dalam konseling tidak disarankan untuk menggunaan   teori tunggal (single theory) untuk semua kasus atau memaksakan penggunaan satu teori tertentu sehingga menjadi kaku. Akan lebih efektif dan efisien apabila seorang konselor mampu mengembangkan kreasinya dengan mencoba untuk memilih secara selektif bagian-bagian dari beberapa teori yang relevan, kemudian secara sintesis-analitik mencoba menerapkannya kepada kasus yang dihadapi.  Cara  ini  disebut  sebagai  pendekatan  Creative-Synthesis- Analytic (CSA) atau pendekatan elektik.

Mengingat pentingnya teori dalam praktek konseling, maka dalam implementasinya sebaiknya memilih teori-teori yang dianggap baik. Secara umum teori yang baik memiliki 5 atribut formal, yaitu :
(1) jelas, dapat dengan mudah dipahami oleh pembacanya, serta tidak bertentangan
(2) komprehensif, memiliki skope dan account untuk banyak tingkah laku, dapat menjelaskan apa yang terjadi pada banyak orang  dalam  banyak  situasi,  atau  mampu  menjelaskan  fenomena secara menyeluruh,
(3) eksplisit, memiliki ketepatan, karena setiap penjelaan  didukung  dengan  data-data  yang  dapat  diuji,  
(4) parsimonious, sederhana, tidak menjelaskan fenomena secara berlebihan, jelas, mampu merangsang peneliti untuk mengembangkan teorinya (Burk dan Stefflre, 1979).


D.    Peranan Konselor Menolong Konseli

1.      Peranan Konselor (Masyarakat sebagai Konseli)
Dalam kaitannya terhadap peranan seorang konselor di masyarakat, seorang konselor mempunyai fungsi untuk membantu masyarakat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya.
Sehubungan dengan fungsi tersebut, maka seorang konselor mempunyai tugas-tugas tertentu, yaitu:
1.      Mengadakan penelitian atau observasi terhadap situasi atau keadaan masyarakat
2.      Berdasarkan atas hasil penelitian  atau observasi tersebut maka konselor berkewajiban memberikan saran-saran ataupun pendapat kepada masyarakat demi kebaikan masyarakat tersebut
3.      Menyelenggarakan bimbingan terhadap masyarakat, baik yang bersifat preventif, preservatif, maupun yang bersifat korektif
·         Yang bersifat preventif yaitu dengan tujuan menjaga jangan sampai masyarakat mengalami kesulitan, meenghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan
·         Yang bersifat preservatif ialah usaha untuk menjaga keadaan yang telah baik agar tetap baik; jangan sampai keadaan yang baik menjadi keadaan yang tidak baik
·         Yang bersifat korektif ialah mengadakan konseling kepada masyarakat yang mengalami kesulitan yang tidak dapat dipecahkan sendiri dan yang membutuhkan pertolongan dari pihak lain
4.      Selain itu, konselor dapat mengambil langkah-langkah lain yang dipandang perlu demi kesejahteraan masyarakat.

2.      Peranan Konselor (Warga sekolah sebagai Konseli)
Secara umum tugas konselor sekolah adalah bertanggung jawab untuk membimbing peserta didik secara individual sehingga memiliki kepribadian yang matang dan mengenal potensi dirinya secara menyeluruh. Dengan demikian diharapkan siswa tersebut mampu membuat keputusan terbaik untuk dirinya, baik dalam memecahkan masalah mereka sendiri maupun dalam menetapkan karir mereka dimasa yang akan datang ketika individu tersebut terjun di masyarakat.
Kemudian secara khusus peranan konselor di sekolah adalah (1) memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling, (2) menyusun program bimbingan dan konseling, (3) melaksanakan bimbingan dan konseling, (4) mengevaluasi hasil pelaksanaan bimbingan dan konseling, (5) menganalisis hasil evaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling, (6) tindak lanjut pelaksanaan bimbingan dan konseling. (7) membimbing konselor sekolah (bagi guru pembina s/d guru utama).(8) mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada koordinator bimbingan dan konseling dan kepala sekolah.

3.      Peranan Konselor (Gereja sebagai Konseli)

Pelayanan melalui konseling di dalam gereja perlu kita pikirkan dan kembangkan. Pertama, karena warga gereja adalah individu dan kelompok yang hidup di dunia yang sudah tentu penuh dengan tantangan, tekanan, hambatan, penderitaan, kesakitan bahkan penganiayaan. Manusia dicipatakan Allah dengan dua kodrat (sifat), yaitu kodrat lahiriah (jasmani) dan rohani (spiritual). Dengan kondrat lahiriahnya semua manusia terbatas, lemah, tidak kebal terhadap penyakit bahkan terhadap kematian. Dengan kodrat illahinya, manusia mempunyai kerinduan yang dalam untuk berhubungan dengan Allah dalam setiap kesempatan dan situasi hudupnya. Artinya, solusi terhadao persoalan hidupnya tidak bisa di dapat hanya dari sudut lahiriaih. Manusia tidak bisa kenyang oleh karena roti dan kesuksesan materialnya; karena keindahan dunia, atau karena kuasa serta kekuatn yang didapat dari dunia ini (Matius 4:1-11). Gereja harus mengajak warganya untuk mencari jawaban-jawaban hidup dari petunjuk illahi, yaitu dari firman, kuasa dan kehadiran (bimbingan) Allah. 
Kedua, pentingnya tugas konseling dalam gereja ini juga diperlihatkan oleh beberepa perikop firman Tuhan. Pertama, 1 Petrus 5:1-4 mengemukakan bahwa penatua gereja adalah gembala, pengarah iman, pembimbing dan pendorong semangat orang-orang percaya. Mereka memberi pengarahan iman ditengah-tengah banyaknya kepalsuan pengajaran. Mereka memberikan bimbibingan berkaitan dengan hidup rumah tangga, dan hidup kerohanian. Mereka dituntut memberikan dorongan berupa perkataan dan perbuatan yang membangun karena jemaat menghadap tekanan batiniah, bahkan tekanan yang nyata secara sosial, kultural dan politik. Sebagai gembala penatua harus memerankan tugasnya seperti disebutkan oleh Mazmur 23:1-6 yakni: mengenal, memelihara, memebrikan hiburan bagi warganya. Mereka juga meneladani Yesus Sang Gembala yang mengenal kebutuhan daoba-domba-Nya, bahkan rela memberikan diri dan kehidupan-Nya (Yohanes 10:10, 14-18).
Kedua, Yakobus 5:14-16 menasehatkan agar penatua rajin mendoakan warganya yang sedang dilanda kesakitan. Tidak semua penyakit karena kuman. Banyak penyakit terjadi karena kelemahan emosi, kelelhan pikiran, bahkan karena kehampaan (kekosongan) rohani (spiritual). Nah, para penatua perlu membangun semangat mereka, melalui nasehat, dorongan, ajaran yang banar serta melalui doa, yang sungguh-sungguh. Elia dikemukakan Yakobus sebagai orang benar yang berdoa, dan doanya dijawab oleh Tuhan. Doa merupakan permohonan kepada Allah agar Ia menyingkapkan apa sebenarnya yang terjadi dalam di seseorang yang kita doakan.

Ketiga, Ibrani 10:24-25 mengajak jemaat untuk saling membangun khususnya dalam masa kesukaran. Kolose 3:15-17 mengajak jemaat untuk saling mengajar  dan menegur dengan dasar bahwa mereka dikuasai oleh damai sejahtera dan kasih Yesus Kristus. Bukan oleh kebencian atau kecemburuan atau kecemburuan atau niat-niat negatif lainnya. Galatia 6:1-4 mengisayaratkan pentingnya memberikan bimbingan bagi saudara-saudara seiman yang sedang menghadapi “pencobaan dan godaaan” agar mereka bangkit kembali dalam jalan kebenaran. Kita harus bersikap lemah lembut, ramah dan sabar sambil menjaga diri agar tidak ikut terjerumus. Juga disebut perlunya menguji diri agar tidak ikut terjerumus. Juga disebut perlunya menguji diri apakah kita dalam kondisdi yang benar dan teguh iman. Matius 18:15-20 mendesak jemaat untuk mendapatkan kembali saudara yang telah melakukan pelanggaran. Kasusnya harus diperiksa secara teliti, supaya dapat memberikan nasehat. Perlu ada dua atau tiga orang saksi. Kalau sekiranya yang bersangkutan menolak mengakui kesalahannya serta menolak untuk berubah, barulah jemaat menyatakan disiplin. 1 Tesalonika 4:13-18 menegaskan perlunya kita memberikan konseling peneguhan dan penghiburan bagi mereka yang ditimpa dukacita. Harapan mereka kepada Yesus yang akan datang itu perlu dibangkitkan. 2 Tesalonika 3: 11-15 memberi dorongan bagi kita untuk membina saudara seiman yang tidak tertib hidupnya. Mereka ini sibuk dengan dirinya sendiri, menggosip orang-orang lain dan tidak bekerja untuk hidup keluarganya.


BAB III
PENUTUP

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa konselor adalah orang yang memberi nasihat atau pengarahan sedangkan konseli adalah orang yang memerlukan pengarahan atau nasihat untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna lagi dan lebih semangat.
Seorang konselor memiliki peran untuk menolong konseli dengan kemampuan yang ia sudah miliki. Dan juga ia harus menyesuaikan konselingnya dengan wadah terte

Follow Us @soratemplates