Senin, 09 November 2020
DOA
Setiap orang yang beragama pasti berdoa. Doa memegang peranan penting untuk kelangsungan dan perjalanan hidup manusia, untuk itu hampir disetiap perjalanan hidup manusia beragama, ia akan berdoa untuk melakukan segala sesuatu agar ia memperoleh selamat dan sejahtera.
Menurut
KBBI,
Doa
: permohonan (harapan,
permintaan, pujian) kepada Tuhan;
Berdoa
: mengucapkan (memanjatkan) doa
kepada Tuhan.
Berarti
doa adalah suatu permohonan yang ditujukan kepada Allah yang didalamnya ada
harapan,permintaan dan pujian.
Menurut J.G.S.S Thomson dalam artikelnya di ensiklopedia aklkitab masa kini jilid I, menuliskan bahwa doa merupaklan kebaktian yang mencakup segala sikap roh manusia dalam pendekatannya kepada Allah. Orang Kristen berbakti kepada Allah jika ia memuja, mengakui dan memuji dan mengajukan permohonan kepada-Nya dalam doa. Doa sebagai perbuatan tertinggi yang dapat dilakukan oleh roh manusia, dapat juga dipandang sebagai persekutuan dengan Allah, selama penekanannya diberikan kepada prakasa ilahi. Seseorang berdoa karena Allah telah menyentuh rohnya.
Dari keterangan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa doa adalah suatu relasi antara manusia dengan Allah yang didalamnya manusia roh manusia berkomunikasi, memohon, meminta, memuji dan mengakui keberadaan Allah yang transendental.
Perintah
Untuk berdoa
Titah ketiga dalam hukum taurat dikatakan, Jangan menyebut nama Tuhan Allah dengan seenaknya karena Allah akan menghukum orang yang menyalahgunakan nama-Nya”. Martin Luther menjelaskan maksud sebagai berikut:
Kita harus takut serta kasih kepada Allah,sebab itu jangan mengutuki, mengumpat, memakai guna-guna, berbohong, menipu dengan memakai nama Allah; sebab hanya dalam penderitaan, kesusahan, dan di dalam doa serta pujianlah kita layak menyebut nama Tuhan Allah.
Nama Tuhan Allah digunakan menurut Luther, apabila orang Kristen mengajar dengan benar, berseru kepada-Nya dalam kesukaran, memuji dan berterima kasih kepada-Nya pada waktu senang dan sebagainya. Menggunakan nama Tuhan Allah adalah demi mendukung kebenaran dan ketaatan kepada diri-Nya. Dengan demikian nama-Nya dikuduskan dan dihormati.
Penghormatan kepada nama Allah terlaksana dengan berseru dan berdoa kepada-Nya. Untuk itu berdoa hendaknya menjadi kebiasaan yang baik. Doa dilaksanakan dalam setiap kehidupan umat (menyerahkan diri, tubuh dan jiwa, istri dan anak-anak, segala yang dimiliki, pekerjaan, rencana dan kegiatan dll). Karena itu berdoa perlu diajarkan kepada seluruh orang Kristen agar firman Allah digenapi dan nama Tuhan Allah dihormati.
Cara
berdoa
Unsur-unsur doa yang perlu dipahami adalah sebagai berikut:
1. Doa diisi dengan pujian kepada Allah-Mazmur 95:6
2. Di dalam doa ada pengakuan dosa- Mazmur 32:5
3. Pengucapan syukur kepada Allah atas segala berekat dan pertolongan-Nya - Filipi 4:6
4. Permintaan permohonan- 1 Timotius 2:1
Doa orang Kristen atau gereja ditujukan kepada Allah Bapa, Putra dan Roh kudus, tidak kepada berhala, orang-orang kudus atau segala sesuatu yang diciptakan Allah.
Bagaimana
Hendaknya Gereja Kristen Berdoa?
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan gereja Kristen dalam berdoa:
1. Berdoa hendaknya dilakukan didalam nama Yesus Kristus dengan iman akan Dia sebagai juruselamat
2. Dengan penuh iman yang teguh kepada Yesus
3. Harus berdoa dengan tidak putus-putusnya
5. Dengan kerendahan hati dan pertobatan
6. Tidak bertele-tele
7. Mengampuni orang lain
8. Tinggal tetap dalam Tuhan Yesus
Tujuan
Berdoa
Orang kristen berdoa supaya:
· mereka menggerakkan diri mereka sendiri untuk mencari Dia.
· mereka bisa mempraktekkan iman pada janji-janjiNya.
· mereka bisa menenangkan kekuatiran mereka dengan mencurahkannya kepada Tuhan.
· mereka bisa menyatakan bahwa hanya dari Dia saja mereka mengharapkan hal-hal yang baik, baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain.
Jawaban doa adalah hak prerogatif (istimewa) Allah sendiri. Hendaknya orang Kristen juga dapat berdoa secara teratur dan sesering mungkin.
Penutup
Berdoa merupakan suatu komunikasi antara diri orang percaya (si pendoa) kepada Allahnya. Tetapi dengan lebih dalam, doa merupakan hak istimewa untuk berbicara, bertegur sapa dan memohon kepada yang Mahakuasa. Orang Kristen harus mempelajari perihal doa secara sungguh-sungguh. Dengan kesungguhan mempelajari doa maka diharapkan orang Kristen dapat berkomunikasi dan berelasi dengan Allah dengan benar. Melalui doa yang benar ini berkat Allah mengalir dan orang Kristen mengalami kuasa doa yang ajaib serta kemenangan terhadap segala masalah yang sedang dihadapi.
Bahasa Indonesia
Karena begitu besar kasih Allah akan
dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak
binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Bahasa Simalungun
Ai sonon do parholong in atei ni Naibata bani dunia on, pala do anakni sisada-sada ai iberehon ase ulang magou sagala na porsaya Bani, tapi ase dapotan hagoluhan sadokah ni dokahni.
Bahasa Angkola
Angke songon i ma holong ni
roha ni Debata di portibi on jabat dilehen Ia AnakNia na sasada i anso sude
halak na porsaya tuSia nada mago, tapi maruli di ngolu na manongtong.
Bahasa Pakpak - Dairi
Ai bagèen ngo ngkelleng atè
Dèbata midah dunia èn, Iberrèken ngo AnakNa Sada-sada i, asa ulang mago gennep
sipercaya bai Anak idi, tapi asa kenggelluhen siamman sumendah bana.
Bahasa Nias
Si manõ wa'omasi Lowalangi nõsi gulidanõ andre,
irege Ifatenge nono-Nia si ha sambua, ena'õ lõ tekiko dozi samati khõ-Nia,
lasõndra wa'auri sindruhu ba si lõ aetu.
Bahasa Inggris
For God so loved the world,
that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not
perish, but have everlasting life.
Ayat ini mengungkapkan
isi hati dan tujuan Allah.
1)
Kasih Allah cukup luas untuk menjangkau semua orang, yaitu "dunia
ini" (1Tim
2:4).
2)
Allah "mengaruniakan" Anak-Nya sebagai korban penghapus dosa di atas
kayu salib. Pendamaian mengalir dari hati Allah sendiri yang penuh kasih.
Korban Kristus bukan sesuatu tindakan yang terpaksa dilakukan oleh Allah (Rom
8:32; 1Yoh
4:10).
3)
Percaya (Yun. _pisteuo_) mengandung tiga unsur utama:
(a)
keyakinan yang kokoh bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan satu-satunya
Juruselamat umat manusia yang hilang;
(b)
persekutuan yang menyangkal diri dan ketaatan kepada Kristus ( Yoh
15:1-10)
4)
"Binasa" tidak menunjuk kepada kematian jasmani, tetapi kepada
hukuman kekal yang begitu mengerikan
5)
"Hidup kekal" adalah karunia yang dianugerahkan Allah kepada kita
pada saat kita dilahirkan kembali. "Kekal" bukan saja mengacu kepada
keabadian tetapi juga kepada kualitas kehidupan ini; suatu jenis kehidupan yang
ilahi, kehidupan yang membebaskan kita dari kuasa dosa dan Iblis serta
meniadakan yang duniawi di dalam diri kita supaya kita dapat mengenal Allah.
Ayat ini dapat dibagi empat bagian yaitu
1. Kasih Allah sebagai Sebab
2. Anak-Nya sebagai Pemberian
3. Iman
sebagai Syarat
4. Kehidupan, bukan
kematian, sebagai Akibat
Hidup kekal bagi manusia berakar dalam karya "Anak
Manusia ditinggikan", yang berakar dalam kasih Allah.
Orang Yahudi sudah mengerti bahwa Allah mengasihi mereka, tetapi pernyataan ini
luar biasa karena mengatakan bahwa dia mengasihi dunia ini.
Ini luar biasa bukan karena dunia ini besar, atau
majemuk, tetapi karena dunia ini jahat. Yang
dikaruniakan demi keselamatan manusia disebut Anak-Nya yang Tunggal,
julukan yang menekankan nilai yang amat tinggi. Akibat yang
dihasilkan bukanlah kebinasaan, melainkan hidup yang kekal.
Yohanes tidak menerima adanya alternatif yang ketiga, dia hanya menerima adanya
dua ini, yaitu kebinasaan dan hidup yang kekal.


