Senin, 09 November 2020

Yohanes 3:16



 

Bahasa Indonesia

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

 

Bahasa Simalungun

Ai sonon do parholong in atei ni Naibata bani dunia on, pala do anakni sisada-sada ai iberehon ase ulang magou sagala na porsaya Bani, tapi ase dapotan hagoluhan sadokah ni dokahni.

 

Bahasa Angkola

Angke songon i ma holong ni roha ni Debata di portibi on jabat dilehen Ia AnakNia na sasada i anso sude halak na porsaya tuSia nada mago, tapi maruli di ngolu na manongtong.

 

Bahasa Pakpak - Dairi

Ai bagèen ngo ngkelleng atè Dèbata midah dunia èn, Iberrèken ngo AnakNa Sada-sada i, asa ulang mago gennep sipercaya bai Anak idi, tapi asa kenggelluhen siamman sumendah bana.

 

Bahasa Nias

Si manõ wa'omasi Lowalangi nõsi gulidanõ andre, irege Ifatenge nono-Nia si ha sambua, ena'õ lõ tekiko dozi samati khõ-Nia, lasõndra wa'auri sindruhu ba si lõ aetu.

 

Bahasa Inggris

For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.

 

Ayat ini mengungkapkan isi hati dan tujuan Allah.

1) Kasih Allah cukup luas untuk menjangkau semua orang, yaitu "dunia ini" (1Tim 2:4).

2) Allah "mengaruniakan" Anak-Nya sebagai korban penghapus dosa di atas kayu salib. Pendamaian mengalir dari hati Allah sendiri yang penuh kasih. Korban Kristus bukan sesuatu tindakan yang terpaksa dilakukan oleh Allah (Rom 8:321Yoh 4:10).

3) Percaya (Yun. _pisteuo_) mengandung tiga unsur utama:

(a) keyakinan yang kokoh bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan satu-satunya Juruselamat umat manusia yang hilang;

(b) persekutuan yang menyangkal diri dan ketaatan kepada Kristus ( Yoh 15:1-10)

 

 

4) "Binasa" tidak menunjuk kepada kematian jasmani, tetapi kepada hukuman kekal yang begitu mengerikan

5) "Hidup kekal" adalah karunia yang dianugerahkan Allah kepada kita pada saat kita dilahirkan kembali. "Kekal" bukan saja mengacu kepada keabadian tetapi juga kepada kualitas kehidupan ini; suatu jenis kehidupan yang ilahi, kehidupan yang membebaskan kita dari kuasa dosa dan Iblis serta meniadakan yang duniawi di dalam diri kita supaya kita dapat mengenal Allah.

 

Ayat ini dapat dibagi empat bagian yaitu

1. Kasih Allah sebagai Sebab

2. Anak-Nya sebagai Pemberian

3. Iman sebagai Syarat

4. Kehidupan, bukan kematian, sebagai Akibat

Hidup kekal bagi manusia berakar dalam karya "Anak Manusia ditinggikan", yang berakar dalam kasih Allah. Orang Yahudi sudah mengerti bahwa Allah mengasihi mereka, tetapi pernyataan ini luar biasa karena mengatakan bahwa dia mengasihi dunia ini. Ini luar biasa bukan karena dunia ini besar, atau majemuk, tetapi karena dunia ini jahat. Yang dikaruniakan demi keselamatan manusia disebut Anak-Nya yang Tunggal, julukan yang menekankan nilai yang amat tinggi. Akibat yang dihasilkan bukanlah kebinasaan, melainkan hidup yang kekal. Yohanes tidak menerima adanya alternatif yang ketiga, dia hanya menerima adanya dua ini, yaitu kebinasaan dan hidup yang kekal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates