Bahasa Indonesia
Karena begitu besar kasih Allah akan
dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak
binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Bahasa Simalungun
Ai sonon do parholong in atei ni Naibata bani dunia on, pala do anakni sisada-sada ai iberehon ase ulang magou sagala na porsaya Bani, tapi ase dapotan hagoluhan sadokah ni dokahni.
Bahasa Angkola
Angke songon i ma holong ni
roha ni Debata di portibi on jabat dilehen Ia AnakNia na sasada i anso sude
halak na porsaya tuSia nada mago, tapi maruli di ngolu na manongtong.
Bahasa Pakpak - Dairi
Ai bagèen ngo ngkelleng atè
Dèbata midah dunia èn, Iberrèken ngo AnakNa Sada-sada i, asa ulang mago gennep
sipercaya bai Anak idi, tapi asa kenggelluhen siamman sumendah bana.
Bahasa Nias
Si manõ wa'omasi Lowalangi nõsi gulidanõ andre,
irege Ifatenge nono-Nia si ha sambua, ena'õ lõ tekiko dozi samati khõ-Nia,
lasõndra wa'auri sindruhu ba si lõ aetu.
Bahasa Inggris
For God so loved the world,
that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not
perish, but have everlasting life.
Ayat ini mengungkapkan
isi hati dan tujuan Allah.
1)
Kasih Allah cukup luas untuk menjangkau semua orang, yaitu "dunia
ini" (1Tim
2:4).
2)
Allah "mengaruniakan" Anak-Nya sebagai korban penghapus dosa di atas
kayu salib. Pendamaian mengalir dari hati Allah sendiri yang penuh kasih.
Korban Kristus bukan sesuatu tindakan yang terpaksa dilakukan oleh Allah (Rom
8:32; 1Yoh
4:10).
3)
Percaya (Yun. _pisteuo_) mengandung tiga unsur utama:
(a)
keyakinan yang kokoh bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan satu-satunya
Juruselamat umat manusia yang hilang;
(b)
persekutuan yang menyangkal diri dan ketaatan kepada Kristus ( Yoh
15:1-10)
4)
"Binasa" tidak menunjuk kepada kematian jasmani, tetapi kepada
hukuman kekal yang begitu mengerikan
5)
"Hidup kekal" adalah karunia yang dianugerahkan Allah kepada kita
pada saat kita dilahirkan kembali. "Kekal" bukan saja mengacu kepada
keabadian tetapi juga kepada kualitas kehidupan ini; suatu jenis kehidupan yang
ilahi, kehidupan yang membebaskan kita dari kuasa dosa dan Iblis serta
meniadakan yang duniawi di dalam diri kita supaya kita dapat mengenal Allah.
Ayat ini dapat dibagi empat bagian yaitu
1. Kasih Allah sebagai Sebab
2. Anak-Nya sebagai Pemberian
3. Iman
sebagai Syarat
4. Kehidupan, bukan
kematian, sebagai Akibat
Hidup kekal bagi manusia berakar dalam karya "Anak
Manusia ditinggikan", yang berakar dalam kasih Allah.
Orang Yahudi sudah mengerti bahwa Allah mengasihi mereka, tetapi pernyataan ini
luar biasa karena mengatakan bahwa dia mengasihi dunia ini.
Ini luar biasa bukan karena dunia ini besar, atau
majemuk, tetapi karena dunia ini jahat. Yang
dikaruniakan demi keselamatan manusia disebut Anak-Nya yang Tunggal,
julukan yang menekankan nilai yang amat tinggi. Akibat yang
dihasilkan bukanlah kebinasaan, melainkan hidup yang kekal.
Yohanes tidak menerima adanya alternatif yang ketiga, dia hanya menerima adanya
dua ini, yaitu kebinasaan dan hidup yang kekal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar