Hai, ini tentangku. Telah ku mulai dari dulu untuk menulis berbagai kisah yang terjadi di setiap waktu. Hanya saja kadang aku menulisnya di kertas yang akhirnya lapuk. Jadi, aku berjanji untuk menulis luar biasanya Tuhan bekerja dalam hidupku. Mungkin kau akan berpikir biasa saja, tetapi entahlah... ada rasa syukur bagiku setiap membaca buku harian yang pernah ku tulis. Jadi, aku akan menulis apa yang kurasakan, kupikirkan dan kulakukan. Jam 23:28 aku sudah mulai menulis ini. Ya, sebelum wisuda aku sudah berjanji akan menulis kisahku bersama-Nya.
Rabu, 10 Maret 2021 aku wisuda. Tentu aku sangat bersyukur. Tetapi mungkin orang lain berkata aku tidak bersyukur. Soalnya aku tak bersalon, berbaju cantik, bermake-up seperti mereka. Aku salut dengan diriku yang berani tampil beda ngomong-ngomong. Oke kembali ke kisah. Pagi tadi jam 5 aku bernyanyi dan berdoa. Aku menyadari bahwa Dia adalah kekuatanku. Begini lirik lagunya,
Engkaulah kekuatanku, tempat perlindunganku
Saat badai menerpa aku tak akan goyah,
Aku takkan goyah, s’bab Kau sertaku
Sejauh langit dari bumi, begitu besarnya kasih-Mu
Penuhi hati kami yang rindu
Menyembah-Mu Yesus,
Sejauh langit dari bumi, begitu besar-Nya kasih-Mu
Kaulah Tuhan kekuatanku, sukacitaku
Lagu ini mengingatkanku akan kasih-Nya yang sungguh besar. Aku bangga memiliki-Nya, Ia sumber kekuatanku, Ia sumber perlindunganku, Ia adalah tempat pengaduanku. Terimakasih Tuhan, untuk segalanya.
Wisuda ini sangat ku syukuri. Tentu saja ku tak mampu menyelesaikannya tanpa Tuhan yang ada bersamaku. Apalagi banyak tantangan yang bergejolak di seluruh anggota tubuhku untuk menyelesaikan ini. Baik dari kepala sampai kaki, semua seakan tak bersatu untuk mencapai gelar ini. Ya, saat itu aku andalkan kekuatan sendiri. Terus terang hubunganku dengan Tuhan sangatlah tak baik. Tetap aku aktif dalam pelayanan, aku berlaku tidak jahat. Tetapi sayangnya seperti tak berTuhan. Aneh memang, iya itu saat aku sangat terpuruk akan beberapa kejadian hidup yang takkan terubah lagi. Jadi, saat itu aku mati rasa dan jauh dari Tuhan. Benar bila aku terlambat untuk wisuda 1 tahun. Kecewa, ya... tapi pada diri sendiri.
Dan akhirnya harapanku setelah wisuda ini adalah bahwa aku akan berusaha untuk menjadi lebih dewasa dalam perkataan, tingkah laku dan pemikiranku. Aku berdoa agar hikmat dari Tuhan membuatku bijaksana dalam menjalani setiap hari yang Tuhan beri. Ya, setiap hari adalah anugerah. Dan aku akan mensyukurinya, menjalaninya dengan sukacita dan menjadi terang dalam dunia yang gelap. Kau tau, bahwa aku sangat susah untuk menguasai diriku. Misalnya bersekutu dengan Tuhan, aku lebih sering tidak serius dan menganggap enteng. Hadehh... tentu saja hal itu salah. Apalagi kemalasan yang ku nomor satukan dalam hidupku. Perjuanganku menjadi lebih dewasa yang sungguh sepertinya akan dimulai saat ini.
Jadi, semangat bagimu yang juga dalam menjalani hidup. Tuhan memberkatimu sekalian. Mari kita berjuang untuk lebih baik dari masa ke masa, dan menjadi seperti Yesus pada akhirnya. Selamat malam menjelang pagi, kuucapkan.
Ini kisahku bersama-Nya. Bagaimana kisahmu?
Rabu, 10 Maret 2021
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar